Backpacking ke Singapura Pertama Kali? Ini Dia Catatannya

“Kecil-kecil cabe rawit”. Ungkapan ini cocok menggambarkan sebuah negeri yang bertetangga dengan Indonesia. Negeri yang bisa ditempuh dengan kapal dari pulau Batam selama 1 jam saja. Secara teritori, negeri yang satu ini memang tidak seluas sahabat kanan-kirinya. Tetapi dia punya magnet yang mampu menarik warga dunia untuk datang, paling tidak, menghirup udara di sana. Meskipun dia kecil secara teritori, tapi dia ibarat cabe rawit dalam pemberlakuan aturan negeri. Semua diatur sampai hal paling sederhana. Inilah Negeri Seribu Satu Aturan: Singapura.

Orang Indonesia sendiri, aku yakin, sudah cukup banyak yang pernah bertandang ke Singapura. Sangat tidak menutup kemungkinan tiap tahunnya, bahkan tiap bulan, ada saja yang mengunjunginya. Jika teman-teman berencana ke sana untuk pertama kalinya apalagi dengan cara backpacking, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Ini dia rangkumannya:

  1. Bandara Changi

Buat temen-temen yang ke Singapura lewat jalur udara, maka turunnya di bandara Changi. Lain lagi kalau yang ambil jalur laut, maka “mendarat”nya akan di Harbour Front. Kalau yang satu ini, letaknya dekat banget dengan pulau Sentosa yang tersohor itu. Kalau lewat darat, bisa naik bis atau kereta dari Malaysia. Pemberhentian bis sekaligus imigrasi menuju Singapura ada di Woodlands. Jika ingin melanjutkan perjalanan via MRT, alternatinya bisa turun di Kranji ketika bis berhenti di sana.

Bandara Changi, yang langganan juara bandara terbaik di dunia itu, punya fasilitas yang sangat lengkap. Adapun fasilitas-fasilitasnya, antara lain:

  • bandara luasss dan kinclong,
  • toilet bersih (bebas bau aneh-aneh),
  • taman dalam bandara,
  • tempat ibadah yang sangat menenangkan,
  • kursi pijat, sleeper bench/rest area,
  • Baby Care Room,
  • komputer buat internet gratis,
  • ruangan merokok,
  • telepon umum,
  • banyak tersedia pusat-pusat informasi dan brosur panduan,
  • movie theatre,
  • tempat bermain anak,
  • dan masih banyak lagi. Tidak perlu takut kalau hilang di Changi karena selalu ada papan arah yang membantu kita menemukan tempat yang dicari. Tinggal ikuti arah saja.

Bagi yang takut hilang arah karena bandara ini luas bukan main, maka langsung saja cari buku panduan bandara yang tersedia secara gratis dan tersebar di banyak titik. Buku panduan ini isinya tentang denah peta bandara beserta informasi simbol-simbolnya, catatan penting tentang aturan barang bawaan, pesawat dan terminalnya, Skytrain antarterminal, dan fasilitas-fasilitas bandara. Sebenernya kalau tidak punya anggaran yang cukup, keliling bandara udah cukup puas karena fasilitasnya lengkap banget.

P1120692
Buku Panduan Bandara dan Panduan Tempat Makan dan Belanja di Changi. Dok. Pribadi

Selain buku panduan bandara, ada banyak layar sentuh yang fungsinya sebagai penyedia informasi bandara sampai jadwal keberangkatan pesawat-pesawat. Jika tiba saatnya pulang dan tetap pulang via Changi, mungkin kalian akan agak bingung mencari gerbangnya. Nah, kalau keadaannya kayak gini, layar informasi bisa digunakan untuk mendeteksi letak gerbang yang harus dituju. Caranya mudah: dengan memindai boarding pass barcode di sebuah lubang persegi panjang di bawah layar. Dalam satu kedipan mata, kita pasti langsung tau letak gerbang yang musti dituju.

P1120693
Bingung? Cari saja di sini. Dok. Pribadi

Buat yang cuma transit di Singapura, ada lho layanan City Sights Tour. Syaratnya: transit harus lebih dari 6 jam. Program ini adalah layanan keliling Singapura selama 2,5 jam gratis tis tis dan 2 kali mampir sebentar. Informasi lebih lengkapnya bisa cek di website resmi Changi.

  1. Peta

Sebelum keluar dari bandara dan menuju ke kota, kita boleh ambil beberapa peta negara dan peta MRT. Dua benda ini sangat sangat membantu ketika mulai keliling di sana. Peta negara ini isinya tempat-tempat mana saja yang bisa dikunjungi di Singapura. Termasuk juga informasi lain tentang tempat makan, universitas, sampai tempat ibadah yang sampai mblusuk di gang. Peta MRT ini juga sangat berguna ketika kita lagi kebingungan harus ambil MRT tujuan yang mana. Mungkin bagi beberapa orang yang susah mudeng sama navigasi seperti saya, akan agak bingung baca petanya. Nah, mari kita perhatikan peta MRT berikut:

SMRT map
Misal, kita ambil jalur kuning dari stasiun Paya Lebar ya. Di stasiun MRT Paya Lebar, akan ada tulisan tujuan Harbour Front dan Marina Bay. Misalnya kita mau ke Dhoby Ghaut. Maka, kita harus ambil MRT tujuan Harbour Front. Lalu di MRT Serangoon, kita harus berhenti dan ganti ke jalur ungu dengan tujuan Harbour Front. Tapi, jangan bablas dulu. Begitu ada pengumuman sampai di stasiun Dhoby Ghaut, bisa turun di situ. img source: transitlink.com.sg

Petanya ada yang berukuran besar dan kecil. Ambil saja dua-duanya biar mantep. Peta yang ukurannya kecil akan lebih mudah buat dibuka ulang kalau-kalau bingung lagi di jalan. Biasanya di penginapan juga tersedia peta yang lebih detil tapi untuk area tertentu saja. Misalnya: di Fernloft Hostel, aku dapet peta yang detilll banget sampai ke gang-gang kuecil mblusuk, tapi cuma kawasan Little India, Kampong Glam, Chinatown, Orchard, dan sekitaran Marina Bay. Ukuran petanya 45,5×32 cm. Menurutku ini cukup ringkas karena mudah dilipat juga.

  1. Transportasi

Pemerintah Singapura menyediakan berbagai transportasi umum yang sangat nyaman, baik untuk warganya maupun untuk turis. Alternatifnya ada kereta MRT, LRT, bis (SBS Transit dan SMRT), dan taksi. Yang paling umum digunakan adalah MRT dan bis. Coba naik MRT di jam-jam sibuk, seperti jam 8 pagi atau jam 5 sore. Tengok kanan ada telinga orang. Tengok kiri ada lengan orang. Hadap depan kena punggung orang. Kalau banyak gerak, tas yang kita gendong di belakang bisa bikin orang celaka. Minimal ponselnya dia jatuh kena sampluk atau mukanya dia “kecakar” kena tas.

 Sebelum pergi keliling, ada satu kartu yang wajib dimiliki. Kartu ini ada tiga macamnya, yaitu:

  • Kartu EZ-Link
ezlink
Cara pemakaian EZ-Link: pindai di mesin yang sudah tersedia seperti di atas. Img source: singapore50

Kartu ini berisi saldo yang membuat kita bisa keliling Singapura naik MRT atau bis. Harga kartu EZ-Link adalah SGD 12 (SGD 5 harga asli kartu dan SGD 7 = saldo) dengan masa berlaku 5 tahun. Hati-hati ya, kartu ini bakal kena “semprit” kalau sisa saldonya kurang dari SGD 3. Jadi, wajib di-top up minimal SGD 10. Kalau nggak mau beli kartu baru, bisa cari pinjeman temen yang masih punya. Tempat beli/top-up kartu? Ada di General Ticketing Machine atau Ticketing Office MRT yang selalu bisa ditemukan di setiap stasiun MRT. Bagusnya adalah kartu bisa dipakai juga untuk bayar taksi, bis, bahkan bayar jajan di minimarket seperti Seven Eleven.

P1120704
Ticketing Office Changi. Dok. Pribadi.

Kalau teman-teman pergi ke Singapura sambal bawa adik atau ponakan yang umurnya di bawah 7 tahun, ada juga kartu EZ Link khusus mereka, yaitu EZ-Link Concession Card. Keuntungannya, tarif naik MRT dan bis untuk mereka lebih murah. Tapi kartunya cuma bisa dibeli di Ticketing Office Changi. Cukup tunjukkan paspor saja sebagai bukti kalau usianya di bawah 7 tahun.

  • Standard Ticket

Standard Ticket ini bisa dipakai maksimal 6 kali saja. Kurang fleksibel juga karena hanya bisa dipakai untuk naik MRT. Selain itu, kalau sudah menentukan mau pergi ke mana, di tengah jalan tidak bisa mampir ke kota lain. Hati-hati ya, jangan sampai salah stasiun! Pasti tidak bisa keluar dari sana dan bisa kena denda.

  • Singapore Tourist Pass (STP)
STP
Kartu STP. Img source: tranghoblog

Kalau ke Singapura hanya 3 hari, STP ini bisa jadi pilihan. Untuk pemakaian unlimited selama 3 hari, harga kartu STP SGD 30. Nanti ada deposit SGD 10 yang bisa dikembalikan, 5 hari setelah pembelian. Jadi, jangan lupa diambil dulu ya uangnya sebelum pulang.

Transportasi di Singapura juga ada lho jam operasionalnya. Rata-rata mereka beroperasi dari jam 06.00-tengah malam. Tapi waspada kalau naik bis menjelang tengah malam karena kadang ada yang mulai tidak beroperasi. Sedangkan Skytrain di Changi, jam operasional antarterminalnya adalah 06.00-02.30.

  1. Penginapan
P1120722
Fernloft Hostel di Little India. Dok. pribadi.

Biar kata Singapura itu terkenal dengan biaya hidup yang tinggi, bukan berarti kita tidak bisa cari penginapan murah. Ada buanyak sekali penginapan yang bisa dijadikan referensi bermalam. Lokasi penginapan (hostel) yang murah bisa ditemukan di Kallang, Geylang, dan Bugis. Kallang dan Geylang ini letaknya lumayan jauh dari pusat wisata. Harga penginapan sangat fluktuatif. Jadi pesannya harus jauh-jauh hari, mengingat jumlah turis yang datang selalu banyak.

Bugis letaknya lebih dekat ke tempat wisata daripada Kallang dan Geylang. Kalau tidak yakin, bisa lihat di peta MRT di poin nomor 2. Di Bugis ini ada pusat belanja murah, yaitu di Bugis Street. Untuk poin ini aku bahas lebih lanjut di poin nomor 5.

Mau yang lebih seru lagi? Bisa coba cari teman baru (warga lokal) yang bersedia menampung kita di rumahnya. Nah, yang satu ini bisa dicari di Couchsurfing. Tinggal masukin aja kapan tanggal kunjungan ke Singapura. Nanti ada pengguna Couchsurfing Singapura yang akan menawarkan diri menjadi tuan rumah. Jangan lupa cinderamata buat dia ya.

  1. Destinasi Wisata dan Konsumsi Pribadi

a. Destinasi Wisata

Singapura punya banyak sekali tempat wisata yang bisa dijadikan referensi. Mau yang gratis? Banyak. Nggak level sama yang gratis, mau cari yang berbayar? Juga ada.

P1120804
Lokasi: St. Andrew’s Cathedral. Dok. Pribadi.
  • Gratis

Dengar kata “gratis”, pasti langsung melek. Tak perlu khawatir, wahai budget travelers, karena ada beberapa tempat wisata tanpa tiket masuk di Singapura, seperti: Fort Canning Park, Merlion, Helix Bridge, Gardens by the Bay (tanpa naik ke Skyway dan masuk conservatories ya), Esplanade (tanpa nonton konser ya), War Memorial Park, Chinatown, Marina Bay Sands (tanpa pesan kamar ya), ION Orchard, dan masih banyak lagi. Bagi yang mau ke lantai tertinggi ION Orchard, tidak perlu bingung karena ada staf yang memberi arah lift mana yang harus dinaiki. Jalan kaki terus menikmati pemandangan apapun yang ditemui juga nggak kalah seru lho.

  • Berbayar

Buat yang rejekinya berlebih, tidak ada salahnya coba tempat wisata yang harus bayar tiket masuk. Bisa coba ke: taman indoor (conservatories) Gardens by the Bay (SGD 28-dewasa dan SGD 15-anak), Skyway Gardens by the Bay (SGD 12-dewasa dan SGD 8-anak), Singapore Flyer (SGD 33-dewasa dan SGD 21-anak), Madame Tussauds (SGD 26-dewasa dan SGD 16-anak), Universal Studios (SGD 74-dewasa dan SGD 54-anak), S.E.A Aquarium (SGD 38-dewasa dan SGD 28-anak), dan masih banyak lagi.

Jika ingin menyeberang ke pulau Sentosa, maka ambil MRT tujuan Harbour Front lalu masuk ke Vivo City Mall lantai paling atas. Di sana ada loket kereta penyeberangan. Jadi, kartu EZ-Link-nya tidak bisa dipakai untuk menyeberang. Harga kereta ke Sentosa: SGD 8 bolak-balik.

  • Non-mainstream

Bosan dengan tempat wisata yang terkenal itu? Ada tempat-tempat yang sedikit blusukan yang bisa dikunjungi. Beberapa diantaranya yaitu Pulau Ubin, Little Guilin, Pulau Kusu, Lorong Buangkok, Changi Village, Chek Jawa, Kranji War Memorial, Labrador Park, Sungei Road Thieves Market, dan lain-lain. Bisa dicek di sini dan di situ.

 b. Konsumsi pribadi

  • Kuliner

Jujur, aku tidak jajan aneh-aneh di Singapura karena uangku terbatas. Lagipula tujuan utamaku bukan itu. Satu-satunya tempat makan yang aku datangi cuma Ananas Café. Harganya murah, yaitu SGD 2 sudah dapet paket makanan yang bikin kenyang bangettt. Halal pula. Tapi ada tempat lain yang bisa dijadikan referensi, seperti: 328 Katong Laksa (SGD 4), Azmi Chapatis di Serangoon Road (SGD 3-5), Sabar Menanti di Kampong Glam (<SGD 5), dan masih banyak lagi. Es Potong Singapura? Bisa ditemukan dengan mudah karena banyak penjual keliling. Harganya SGD 1.5

IMG_9810
Lokasi: Chinatown. Dok. Pribadi.
  • Oleh-oleh

Orang Indonesia biasanya kurang mantep kalau pergi tapi nggak beli oleh-oleh. Ada beberapa tempat populer untuk beli oleh-oleh khas Singapura dengan harga terjangkau: Chinatown, Little India, Orchard, dan Bugis. Chinatown sedikit lebih murah daripada Bugis. Misal: SGD 10 bisa dapat 46 gantungan kunci di Chinatown dan 36 gantungan kunci di Bugis Street. Tapi menurutku Bugis lebih banyak variasi barang/makanan/minuman yang dijual. Di Little India ada Mustafa Centre, tempat belanja yang terkenal banget di sana dan harganya cukup terjangkau. Di Orchard, kita bisa menemukan Lucky Plaza.

Cari buku-buku bekas? We’re on the same boat! Kalau pingin bangettt cari buku bekas nan murah, pilihannya bisa ke Bras Basah Complex. Tempat ini letaknya sebelahan dengan Perpustakaan Nasional Singapura. Ini mirip banget sama area Shopping di Jogja. Waktu itu aku beli tiga buku bekas, hard cover, dan full color, menghabiskan uang SGD 5.

 Semoga bermanfaat! 😀

Zidnie Ilma

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s