Berencana Backpacking? Ini Dia Strateginya #1

backpacker
img source: dailyinfographic

Jalan-jalan? Siapa yang nggak mau? Apalagi kalo jalan-jalannya dibayarin karena ikut suatu acara yang menjamin semua biaya yang kita butuhkan. Jadinya nggak perlu keluar duit deh. Terus gimana dong kalau mau tetep jalan-jalan tanpa nunggu ada sponsor yang bersedia membiayai? Maka, backpacking bisa jadi pilihan saktinya. Pastinya sudah banyak banget temen-temen yang pernah denger istilah backpacking, kan? Backpacking ini kalau mau diambil esensi literalnya berarti bepergian dengan membawa tas ransel. Jadi, simpen dulu kopernya, dipake lain kali yak.

Kalau buatku sendiri, esensi backpacking itu, singkatnya, bepergian seringkas, seirit, dan seefisien mungkin. Ini mengasah kreativitas kita banget buat menata barang-barang kita hanya di satu tas. Selain menggunakan ransel, banyak juga yang memilih carrier—tas yang biasa dipake buat naik gunung. Kalao mau backpacking, nggak suka pake tas ransel karena berbagai alasan, tas carrier ini bisa jadi alternatif.

Kegiatan backpacking bisa dilakukan dimana aja, mau di dalam atau luar negeri. Teruntuk temen-temen yang punya rencana buat menghabiskan waktu liburannya di negara orang, ada hal-hal yang penting banget buat diperhatikan. Apalagi, kalau ini pertama kalinya bepergian keluar negeri, backpacking pula. Pasti bakal jadi momen yang bikin dag-dig-dug juga karena kalian perginya tanpa bantuan agen travel manapun. Kalian sendirilah yang berperan jadi agen travel buat diri kalian sendiri dan/atau kelompok jalan kalian. Jadi, gimana dong strategi buat “menaklukkan” tantangan backpacking? Ini dia 10 rangkumannya:

  1. Niat

Mau backpacking? Yakin? Sederhana aja: kalau sudah ada niat, tantangan sebesar apapun yang dihadapi sejak persiapan sampe pulang ke rumah, pasti bakal dihajar! Gasak! Gorok! Graji! Pokoknya kalau emang udah niat dan yakin banget buat pergi, gas poll..!

  1. Paspor dan Visa

Paspor dan visa itu ibarat Romi dan Juli atau Galih dan Ratna. Dua benda ini nggak bisa dipisahkan dan harus selalu bareng meski maut memisahkan. Mereka adalah senjata sakti kalau bepergian ke luar negeri. Ada lho beberapa negara yang memperbolehkan warga Indonesia cukup punya paspor aja kalau mau ke negara mereka. Yang sudah pasti boleh adalah geng Asia Tenggara. Ehem, tapi ada masa berlakunya sendiri-sendiri ya. Lebih dari masa yang ditentukan, tetep harus mengajukan visa.

Ketika temen-temen pergi ke negara orang, paspor jadi nyawa kalian, jadi harus dijaga betul-betul. Jangan pernah lepas dari genggaman kalian barang sedetik pun, terutama kalau lagi di luar tempat penginapan. Kalau ilang, wah bisa berabe urusannya. Aku sarankan, siapkan satu tas kecil yang berfungsi untuk tempat menyimpan benda berharga, seperti: paspor, tiket pesawat, jadwal perjalanan (kalo bikin), pulpen dan uang. Pergi ke toilet pun, lebih baik tetap dibawa atau titipin temen juga boleh tapi pastikan ya benar-benar dijaga?

tas pinggang
img source: Rakuten

Ih, kok lebay sih! Aku masih ingat betul pengalaman temenku yang harus ikut bantuin temennya ngurus surat kehilangan setelah paspor temennya (dan tasnya juga) beneran hilang. Sebabnya tas yang ada isinya paspor itu ditaruh begitu aja waktu mereka ada acara di suatu gedung. Belum lagi ketika sampe di Indonesia, harus mengurus lagi segala macemnya. Jadi, mending main aman aja dengan menjaga betul –betul si paspor.

  1. Teman Jalan

Ada dua jenis backpackers: solo dan grup. Kalau temen-temen sangat siap jadi solo backpacker, tinggal jalan aja tanpa perlu berkoordinasi dengan orang lain. Kalau temen-temen merasa perlu banget punya temen jalan, maka cari yang kalian merasa nyaman kalau pergi sama orang itu. Pergi dengan sebuah grup, kecil atau besar, sangat diperlukan yang namanya koordinasi. Diskusikan dengan bener-bener tentang apa yang bakal kalian lakukan ketika backpacking.

  1. Tiket Pesawat

Nah, ini nih yang bikin lumayan deg-degan ketika berencana backpacking. Karena niatnya mau jalan-jalan yang super ngirit, urusan yang satu ini pasti bikin kita jadi orang yang rajin dan cekatan. Rajin mantengin beberapa situs pemesanan tiket, siang dan malam, pagi dan petang. Cekatan kalau ada promo, hantam! Betapa soal pesan-memesan tiket pesawat bakal ngaruh banget dengan anggaran yang kita punya. Pinter-pinter, bisa dapet tiket mursida (murah maksudnya). Apes-apes, harus sabar ya dapet yang maharani (maksudnya mahal).

Ada buanyaaak situs pemesanan tiket pesawat yang bisa dijadikan perhatian. Kalau yang aku langganan adalah situs JetStar, Air Asia, Traveloka, dan Nusatrip. Kenapa JetStar? Dia biasanya punya program Friday Frenzy yang kasih tiket lumayan murah. Misalnya, dulu aku pernah nemu tiket ke Singapura di situ harganya sekitar Rp 100.000. Tapi.. bayarnya pake kartu kredit. Kenapa Air Asia? Karena dia suka murah hati kasih promo tiket yang bikin mangap. Kenapa Traveloka dan Nusatrip? Karena sepengetahuanku, hanya 2 situs inilah yang teknis pembayarannya pake kartu atm. Sedang situs lainnya, setelah aku perhatikan, pembayarannya pakai kartu kredit. Simpel aja, karena aku nggak punya kartu kredit, Traveloka dan Nusatrip sangat membantu. Soal harga, dua situs ini juga bisa kok sedia harga terjangkau buat tiket. Kalau ada situs lainnya yang kayak dua situs itu, boleh banget dibagi infonya. 😀

flight-ticket-16889752
img source: dreamstime

Lahluuu, bagaimana caranya dapat tiket murah pas Air Asia nggak ada promo gede? Strateginya adalah memperhatikan waktu-waktu yang potensial. Meski harga tiket fluktuatif, secara umum, ada beberapa kondisi ketika tiket bisa terjangkau. Misal: harga tiket relatif lebih murah saat:

  • Di atas tanggal 20 tiap bulannya.
  • Rencana terbangnya hari Selasa, Rabu, dan Sabtu
  • Jam terbangnya kalo pagi, sekitar jam 5-7. Ato sekalian aja di atas jam 8 malem.
  • Pesan tiketnya lebih dari H-3 bulan

Kalau mau, pantengin juga situs tersebut pas dini hari, sekitar jam 2 atau jam 3. Pas jam-jam inilah tidak ada arus pemesanan tiket yang puadat karena orang-orang kan pada istirahat. Hindari beli tiket saat high season. Ini nih biasanya ketika dekat dengan tanggal merah atau musim-musim orang pada liburan. Harga tiket ampun-ampunan…

Nah gimana kalau beli tiket pas dekat-dekat keberangkatan? Sebenarnya ini kurang direkomendasikan karena biasanya bakal dapet harga tinggi. Namun, karena harga tiket betul-betul fluktuatif, bisa aja ada keajaiban waktu temen-temen coba pesan, terus bisa dapet harga murah deeeh. Gimana kalau ngga kuat bangun jam 2 atau jam 3 cuma untuk mantengin layar? Alternatifnya adalah jam 5-8 pagi. Di atas jam itu, pasti mulai padat aktivitas pemesanan tiket. Pernah aku coba cek jam 7 buat.. Kalau emang pingin dapet tiket harga murah, harus tahan bosen mantengin layar. Sekalinya ada tiket promo, langsung hajar!

Sebenernya soal pesen tiket ini kadang untung-untungan juga. Ada yang bisa dapet tiket murah H-30, H-1, bahkan hari H! Agak gambling juga ya. Hm, selamat berjuang kakaak! 😀

 

  1. Uang

Salah satu tantangan ketika backpacking ke negara orang adalah berurusan dengan mata uang. Lebih menantang lagi nih kalau di satu periode backpacking, ada beberapa negara yang ingin dikunjungi. Uhlala, siap-siap coret-coretan. Apalagi yang namanya mata uang nggak kalah fluktuatifnya dengan harga tiket pesawat.

rp
Hayo.. siapa yang ndak mau uang? img source: smeaker

Ketika temen-temen bingung mau berapa hari ya perginya, salah satu acuannya bisa dengan berapa banyak anggaran yang dialokasikan. Tiap orang bisa beda-beda alokasinya tergantung dari tujuan pemakaiannya. Kalau anggaran kalian nggak sebanyak punya teman, nggak usah ikutan itung-itungannya dia. Karena keinginannya adalah pergi seirit mungkin, jadi alokasikan uang kalian untuk hal-hal yang sangat dibutuhkan, misal: tempat tinggal, transportasi, dan sedikit dana tak terduga. Bagaimana soal makan dan oleh-oleh? Soal makan bisa disiasati dengan bawa bekal dari rumah. Kalaupun pingin coba kulineran makanan lokal, cari yang harganya sangat merakyat. Kalo soal oleh-oleh, itu optional ya. Tinggal dicatet aja maksimal uang yang dianggarkan untuk oleh-oleh dan buat siapa itu dipersembahkan.

Terakhir, akan lebih bijak kalau temen-temen bikin catatan pengeluaran harian ketika bepergian. Jadi kalau suatu saat kalian butuh tau total anggaran yang dihabiskan, tinggal buka catatannya deh. Atau kalau kalian ngerasa khilaf banget tentang pemakaian uang, bisa refleksi lagi dengan buka catatan.

Eits, ada sambungannya lho… ke sini ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s